Sabtu, 18 April 2009

MENGAPA YAHUDI PINTAR?

Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan
tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda
ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus
mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"

Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya
sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat
Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung
dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah
hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang
dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak
perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah
adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban
untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan..

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada
bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan
tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang
badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel , merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah
Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh
Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah
mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka
telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ..
Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi,
hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari
kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari
pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga
yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi.. Saya sungguh
terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar
ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan
proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan
semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di
Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah
mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin
memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas
akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir
setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak
bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hij ria h,
Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak
Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika
dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20
tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang
berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran.. Kondisi Gaza yang
diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens
berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi
mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para
penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi.
Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi
Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam
membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang
penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan
yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari
penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia
sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia ," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun
bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya?

Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas?
Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah
mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa
mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah
kedudukan mereka di GNP sedunia?

Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS?? "uang rokok".
Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara2 kita dengan penghasilan
hari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg
dibelinya ? "rokok".
Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok....

sumber: milis Palmturi

Selasa, 24 Maret 2009

TRAGEDI BANGKU DI MALANG, APA GUNA PARA PEMIMPIN?

SUNGGUH menyesakkan dada mengikuti berita tragedi mebel sekolah yang berlanjut dari Kabupaten Malang. Setelah dua pekan hampir berlalu, solusi tetap belum ada. Bagaimana kasus ini diselesaikan juga belum tergambar. Para pejabat kabupaten yang seharusnya sigap menyelesaikan kasus tersebut, dengan mengadakan bangku secepat-cepatnya, ternyata malah seperti menyembunyikan kepala ke dalam pasir.

Yang makin menyedihkan, kabarnya hari ini akan ada lagi bangku yang ditarik oleh perajin dari SD di Bululawang. Mudah-mudahan tidak jadi. Para perajin tak bisa disalahkan dalam hal ini. Mereka sudah bersabar tiga tahun menunggu pembayaran, sejak 2006. Sikap mereka itu tampaknya lebih sebagai protes. Sebab, toh setelah dipakai tiga tahun gratisan, tentu nilai meja dan kursi itu sudah menyusut.

Kasus di Kabupaten Malang yang kini dipimpin Bupati Sujud Pribadi dan Wakil Bupati Rendra Kresna itu bisa disebut contoh kegagalan fungsi manajemen pemerintahan. Pemerintah bukannya tak punya uang, tapi tak ''tahu'' cara memakainya. Uang Rp 2,9 miliar yang diplot untuk belanja meja dan kursi itu, rupanya, tak bisa dibelanjakan dengan benar. Uang sebesar itu seharusnya untuk pengadaan 7.925 pasang meja dan kursi siswa. Alokasinya, 33 rekanan dan masing-masing delapan sekolah. Karena tak sesuai spesifikasi, barang yang telanjur dipesan tak bisa dibayar. Sebab, kalau dibayar, bisa jadi kasus korupsi (Jati Diri, Jawa Pos, 18 Maret).

Kalau uang itu tak terpakai, berarti bangku untuk siswa ''belum ada''. Kalaupun sekolah kemudian dikirimi bangku oleh perajin atas pesanan rekanan, itu berarti statusnya ''salah kirim''. Pemkab menilai bangku-bangku itu tak sesuai spesifikasi dan tak mau membayarnya. Sangat mengherankan, ketika pemkab tenang-tenang saja para siswa duduk dan belajar di bangku-bangku bermasalah. Selama tiga tahun!

Tragedi mebel sekolah dari Malang itu sudah telanjur terjadi dan bisa terus berlanjut. Tapi, setelah terlambat merespons tiga tahun, Pemkab Malang tak segera menebus kegagalannya ini. Sampai kemarin belum ada respons yang mencerminkan rasa tanggung jawab pejabat pemerintah. Bupati Sujud Pribadi belum juga memberikan penegasan. Malah, menurut Humas, dia sempat ikut kampanye Megawati di Jember. Bupati Sujud masih business as usual, setelah kasus yang mulai terjadi 11 Maret itu hampir melewati pekan kedua.

Sikap Wakil Bupati Rendra Kresna tak kalah aneh. Dia malah mengharapkan ''caleg-caleg yang cerdas'' yang memanfaatkan momentum kasus mebel sekolah itu. Apakah sikap ini mencerminkan rasa tanggung jawab? Apakah ini bukan upaya melupakan orang bahwa kasus penarikan mebel itu tanggung jawab pemkab, bukan tanggung jawab orang lain, apalagi caleg? Apakah ini bukan mengarah ke pelanggaran aturan pemilu yang melarang kampanye di sekolah?

Entah sampai kapan kita menunggu sikap jelas para pejabat pemkab yang sudah diberi kekuasaan oleh rakyat untuk mengatur urusan mereka. Apakah perlu Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf turun tangan atas ketidakmampuan para pejabat di Kabupaten Malang ini? (*)

sumber: Palmturi

Senin, 09 Maret 2009

A PRETTY LOW-LAND COUNTRY CALLED “THE NEDERLANDS”




Ini adalah kiriman dari Lettu Kes Dr Indria Sari, yunior dan teman dekatku yang sekarang sedang kuliah S-2 dalam bidang HIV/Aids di Amsterdam. Dia ini perwira sekaligus dokter muda yang sangat cerdas dan cemerlang otaknya, bakat nulisnya juga luar biasa, bahasa Inggrisnya cas cis cus (ngobrol or sms konsisten ber-Inggris-ria, diajak bahasa jawa ya tetap jawab pake bahasa Inggris). Ia bisa kuliah S-2 Belanda berkat beasiswa yang ia cari dan dapatkan sendiri di internet. Sebenarnya sesuai aturan, karena pangkatnya baru Lettu, dia tidak diperbolehkan mengambil S-2 di luar negeri. Tapi berkat dukungan bosnya (Kadiskesau), maka Indria memperoleh ijin meraih impiannya itu. Saya berharap kelak dia akan jadi Kadiskes AU pertama dari Wara!!! Feature ini sebenarnya dikirim untuk majalah UDARA News (Koopsau I), namun saya ingin menampilkannya di blog ini pula sebagai rasa kekaguman dan bangga kepadanya. Selamat menikmati.***

The 17th century is known as the golden age of the Netherlands, due to colonial era. Thousands of VOC (Verenigde Oostindische Compagnie = The Dutch East India Company) ships left the Dutch to search goods and trade in many Asian and African countries, made a huge amount of money. Batavia, now we call it Jakarta, was one of VOC destination. These ships started the journey from Amsterdam port. At that moment, Amsterdam was the trade capital of the world. It was crowded with the big ships along the coast, and became the richest city in Europe. During this period, beautiful houses were built along the canal, gave a remarkable view of Amsterdam. We can imagine the glorious days of the Dutch in golden age by seeing the houses and many luxurious buildings that stand still.

The Netherlands means the low country, which more than a quarter of its area are below sea level. Even the Schippol airport – the international airport in Amsterdam lies 4.5 metre below sea level!! And it is completely dry. For centuries the Dutch has eternal fight against the water, to keep their existence. An ongoing process. For this reason, the world acknowledges that the Dutch has the best water management. One famous sentence proudly said by the Dutch, “God created the world, but the Dutch created the Netherlands”.


AMSTERDAM

Where can we find the largest canal system in the world? Amsterdam is the answer. The city has more than one hundred canals, totalling more than one hundred kilometres in length. In the summer, hundred thousands of tourists are fond of having the city tour by boat. Bikes are also popular, not only in Amsterdam, but also in most part of the Netherlands. With total population of 16 million residents, the Dutch has over 20 million bikes. A paradise for bikers. There are special pathways for bikes, separated from motor vehicles path. Unfortunately there is no guarantee for safety, we have to ride our bikes extra carefully, since the Dutch people ride the bikes so fast!! Public transportation is easy to be accessed, such as tram, metro, bus, and train.

Amsterdam is the real metropolis city. It has the biggest population in the country, a home of 750 thousands people from 175 nationalities (!!). People live in freedom and tolerance. Here, everyone is equal, regardless of ethnic background, education, occupation, or religion. It creates the comfort zone, even for the newcomers.

For sure, canals are wonderful attraction. But Amsterdam is not only known for its canals. Museums and historical buildings are spreaded in this city. The Netherlands has more than 500 museums, which around 42 of them are located in Amsterdam. Rijksmuseum (National Museum), Van Gogh Museum, and the Anne Frank house are listed in the most visited museum in Amsterdam. The Red Light District is a must visit place, which most of tourist have heard about this famous district.

Let’s also visit Bloemenmarkt (Flower Market), Madame Tussaud, Dam Square, and Amsterdam Arena. On Dam Square, where hundreds pigeons play freely, we can find the Royal Palace; the National Monument in memory of those who died in World War II; and the church that was built in 15th century – ‘Nieuwe Kerk’, where the wedding of Prince Willem-Alexander and Princess Maxima took place.

The most popular sport in the Netherlands is football. For football lovers, they will not miss the opportunity to visit the Amsterdam Arena. Who never heard about Ajax Amsterdam? A well known football team that plays the “total football” concept. The Dutch football supporters, in their orange dresses will turn the stadium into orange sea and support the Dutch team faithfully.

When having a visit in the Netherlands, try the taste of traditional cuisines, such as poffertjes (tiny pancakes), oliebollen and herring (a type of fish living in North Atlantic ocean). The Dutch enjoy raw herring with small slices of garlic. Oliebollen is doughnut-type balls deep fried and sprinkled with powdered sugar. We can find banana, chocolate, cherry, apple, and many kind of fruits as its filling. Lekker!! (lekker, in Dutch, means delicious). The popular winter dish is thick pea soup with sliced sausage, or chicken in small pieces, or chopped meat.

In the winter, the temperature can fall until 6 degree celcius below zero point. At that moment, the river will be frozen, and become natural ice-skating areas for children, as well as for the adults. Skating is the national sport in the Netherlands. When the ice takes over from the water, none can stop the skaters from action.

ROTTERDAM

It is the most modern city in the Netherlands, and home to the Netherlands Architecture Institute. It has the largest seaport in Europe; the second largest port in the world, after Shanghai. While Amsterdam has the highest density of population in the Netherlands, Rotterdam is the second, with 600 thousands inhabitants. The outstanding structure –Erasmus bridge - a famous 808-metre long bridge, lies in this city.

THE HAQUE (DEN HAAG)
This is the city where Indonesian embassy is located. In the Netherlands we have a prestige embassy building, compared with other countries’ embassy buildings.

The Haque, the third biggest city in the Netherlands, is the centre of government. Here we also find the Peace Palace, the seat of the International Court of Justice. This palace was the result of collaboration between the French architect and the Dutch professor. Houses of the Netherlands parliament and government offices stand in a beautiful-cosy block which we call “Binnenhof and the Knight’s Hall”.

Museums also attract a lot of tourist to visit The Haque. Madurodam offers a very interesting Netherlands in miniature. The replica of various historical buildings in the Netherlands were built for years to get the perfect shape.

When we are in the Netherlands, we realise how big our country is, how rich Indonesia is. The Netherlands is not even a half-size of Java island. The furthest distance from east to west is around 200 km, and from north to south is around 300 km. It has no natural resources. Their technology and international-minded have brought this country into developed stage. Indonesia has plenty of natural resources and millions of intellectual human resources. In the following years, we should be able to build our country, improve the quality of the new generation, thus bring prosperity to our people.

The Netherlands :
Currency : Euro
1 euro = Rp 15.000,-
Language : Dutch
Average living cost for international students in Amsterdam : 700 euro/month

Written by :
dr. INDRIA SARI
1st Lieutenant / 533181
SOEMITRO Hospital
Surabaya Air Force Base
Study in KIT (Koninklijk Instituut voor de Tropen)
Amsterdam,The Netherlands

Kamis, 29 Januari 2009

PESONA GADIS PALESTINA


Tanah Palestina yang kini dilanda duka akibat kebiadaban zionis Israel, sesungguhnya menyimpan sejuta pesona, diantaranya gadis-gadis dan wanitanya yang sungguh cantik jelita tiada tara…

Habiburrahman El Shirazzy atau Kang Ibik, penulis novel best seller Ayat-ayat Cinta, juga terinspirasi oleh keelokan wanita Palestina dalam sebagian isi novelnya… Juga saya, dulu ketika masih remaja sekitar SMA pernah punya cita-cita kelak akan memperisteri gadis Palestina. Cita-cita itu tak terwujud, tentu saja, karena tidak ada akses yang menghubungkan saya dengan Negeri Palestina.

Lucunya, sekarang sepertinya cita-cita itu ingin saya ”dorong” ke dua anak cowok saya yang mulai menginjak remaja. Saya katakan pada mereka, kalau bisa punya isteri gadis Palestina Le, kataku pada mereka. Padahal soal jodoh ”hare gene” kok ortu maksa ke anak sih? Iya, itu hanya cetusan hati yang membuncah karena kekaguman terhadap gadis dan wanita Palestina...

Palestina, kini kian menderita, setelah Gaza luluh lantak diterjang mesin perang zionis Israel biadab. Ironisnya, diantara mereka sendiri juga masih menyimpan bara perseturuan antar kelompok, terutama Hamas dan Fatah. Itu bukan monopoli mereka, bahkan sepertinya merata pada semua bangsa di Jazirah Arabiya. Sejak nenek moyang mereka, terbiasa konflik antar bani, antar kabilah. Jika demikian, sampai kapan mereka bisa kompak dan kemudian bersatu-padu melawan Israel?***(M Agus Suhadi)

Kamis, 22 Januari 2009

CINTAILAH BUKU, SAYANG...


Buku adalah alat perekam berbagai segi warisan budaya di suatu kawasan. Di berbagai wilayah di bumi ini jauh semenjak zaman lampau, sudah hidup tradisi menulis “buku” yang menggunakan kertas, tinta dan aksara yang berbeda. Oleh karena peran penting yang dimainkan buku, orang mencoba melakukan studi khusus terhadapnya. Apabila kita dapat mengetahui berbagai hal seputar tradisi perbukuan di suatu kawasan pada suatu masa, kita akan dapat pula merekonstruksi realitas sejarah masyarakat bersangkutan.

Buku, kecuali merupakan wahana untuk menampilkan, memelihara dan mengembangkan warisan perdaban juga merupakan alat ampuh bagi penyebaran budi daya manusia kepada masyarakat luas. Buku telah membuktikan diri sebagai salah satu contoh media komunikasi yang paling efektif dan merupakan persyaratan yang dibutuhkan bagi perkembangan suatu masyarakat modern pada masa yang akan datang. Oleh karena itu telah dilakukan berbagai upaya untuk menyimpan dan sekaligus memencarkan memori manusia dalam berbagai bentuk atau media sejalan dengan perkembangan iptek.

JADI, cintailah buku sayangku....

Selasa, 20 Januari 2009

EFEK BURUK BLACKBERRY

Meski disukai Presiden AS yang baru Barack Obama, belakangan diketahui bahwa BlackBerry ternyata memberi efek buruk bagi pemakainya. Berikut adalah akibat-akibatnya:

1. Rela disuruh antri, semakin panjang semakin tenang, gak menunjukkan gejala kekesalan sama sekali.

2. Yang tadinya ngedumel saat macet, sekarang tenaaaaang.

3. Berharap kena lampu merah berulang-ulang. Kalo lampu berubah jadi ijo malah kesel. Tetep nekad jawabin email/chatting.

4. Sering diklaksonin orang lain, sampe disaranin pasang stiker di belakang mobil "harap sabar, BlackBerry user".

5. Waktu BAB jadi tambah lama. Padahal isinya udah kosong tapi tetep aja nongkrong.

6. Tidur miring nungguin pasangan sambil BB di tangan. Kejar target ngabisin baca email.

7. Suka senyum-senyum sendiri.

8. Gak konsen kerja.

9. Bangun pagi yang pertama dicari BB dulu bukan yang lain.

10. Waktu diajak ngobrol orang tetep maksa jawab email/chatting. Cuek. Padahal yang ngajak ngobrol itu kadang bossnya sendiri.

11. Lebih senang disupirin daripada nyetir sendiri. Rela naik busway biar gak usah nyetir.

12. Jadi jarang marah tapi jadi sering dimarahin orang karena diajak ngobrol gak nyambung.

13. Kalo di tempat umum suka panik nyari stop kontak. Batere sekarat.

14. Kalo anaknya rewel langsung nunjukkin BB nya buat menghibur.

15. Sering lupa mencet tombol lift. Harusnya naik malah turun. Belum lagi kebablasan lantainya.

16. Kalo ngantri di bank pake nomor antrian, pas dipanggil di speaker gak denger. Pas kepala liat monitor kaget. Waks! Harus ambil antrian ulang. Tapi tetep tenaaaaang.

17. Langganan koran dan majalah masih tertumpuk rapi tak terbaca.

18. Sering kejedug karena kalo jalan mata tertuju ke layar BB.

19. Bikin tangan ga pernah kosong. Walaupun ga chatting, tetep aja BB di tangan! Ga bisa taro di kantong, tas.. uda settingannya gitu. BB kejait di tangan.

Dari: milis Palmturi

Kamis, 08 Januari 2009

Life is So Precious, Baby!

banyak orang yang biasa berlagak tangguh
baik pria maupun perempuan
merasa bisa hidup sendiri tanpa perlu orang lain
kalau dia memerlukan pihak lain, semua orang harus memenuhi kehendaknya
tidak paham bahwa orang lain pun punya urusan sendiri

ada juga yang merasa gundah karena sebentar lagi pensiun
tapi tak punya apa-apa
dan tak tahu harus berbuat apa
padahal merasa dirinya sudah sangat berpengalaman dan hebat sekali
lalu terlambat menyadari bahwa orang-orang menghargainya karena ia masih punya posisi
bukan karena ia punya kemampuan

ada juga yang hidup dalam kepura-puraan
punya banyak keinginan tapi enggan dituding meminta
menjadi marah-marah jika kemauannya tidak tercapai
atau menuding orang lain pelit banget

kalau dia wartawan, maka tulisannya campuran fiksi dengan ilusi dan fakta
kalau dia peneliti, maka laporannya lebih banyak analisis yang berbasis asumsi
kalau dia pejabat, maka ia tak bisa bedakan antara urusan dinas dengan urusan pribadi
kalau dia pensiun, maka ia tetap merasa punya kekuasaan dan jaringan

orang yang kayak gitu patut dikasihani
karena bisa bunuh diri
walau pangkat atau posisinya di kantor sudah hebat
bukan mustahil ia meloncaaaaat. ........

(milis palmturi)